Apa Salah Bahasa Indonesia?
Akhir-akhir ini kesadaran
masyarakat Indonesia untuk melestarikan bahasa Indonesia di kehidupan
sehari-hari mulai terkikis. Banyak masyarakat Indonesia yang memandang rendah bahasa
Indonesia. Contohnya, saat ini banyak dijumpai remaja bahkan anak-anak
menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Mungkin itu semua karena
remaja sekarang tidak percaya diri dengan bahasanya sendiri. Pertanyaanya
mengapa masyarakat Indonesia sendiri tidak mengakui atau tidak percaya diri
dengan bahasanya?
Memang tidak bisa dipungkiri,
kemajuan globalisasi dan budaya negara asing akan sangat mudah menguasai
Indonesia. Budaya asing memang baik dalam bidang tertentu misalnya bidang
teknologi, dan memang bangsa Indonesia harus mengikuti arus globalisasi saat
ini, jika tidak kita akan menjadi negara yang tertinggal. Tetapi jika belum
tertanam rasa nasionalisme yang tinggi dan pengetahuan yang luas dalam diri
tentang perkembangan negara ini, masyarakat Indonesia mungkin akan terperangkap
dengan budaya asing dan mengenggapnya sebagai sesuatu yang lebih baik, misalnya
dalam bidang bahasa. Apalagi sikap masyarakat indonesia yang menganggap bahwa
bahasa Indonesia itu tidak keren, norak atau kampungan, mereka tidak tau
bagaimana perjuangan para pahlawan kita Moh Tabrani Soerjiwitjitro, Prof. Mr.
Mohammad Yamin S.H dan pejuang lainya berusaha hingga bahasa Indonesia menjadi
bahasa nasional di negara Indonesia.
Padahal jika diperhatikan saat
ini perkembangan bahasa Indonesia di luar negeri sangat pesat. Ada banyak
perguruan tinggi di luar negeri yang menyediakan mata kuliah bahasa Indonesia.
Ada 219 perguruan tinggi dari 74 negara menyelenggarakan BIPA (Bahasa Indonesia
bagi Penutur Asing) yaitu program pembelajaran keterampilam berbahasa Indonesia
yang termasuk berbicara, menulis, membaca, dan mendngarkan untuk penutur asing.
Ada 500 sekolah di Australia mengadopsi bahasa Indonesia sebagai program
studinya. Bahasa Indonesia peringkat 9 dunia paling banyak digunakan. Peringkat
3 dunia di WordPress, bahkan bahasa Indonesia dikirim ke luar angkasa untuk
NASA (National Aeronautics and Space Administration) tahun 1977 dan
menjadi bagian dari ucapan salam 55 bahasa.
Jika masih ada masyarakat yang
mempunyai rasa tidak bangga dengan bahasa Indonesia berarti pengetahuannya
sangat rendah terhadap bangsa ini. Tidak diketahui jika
perkembangan-perkembangan dan prestasi Indonesia sudah mencapai internasional.
Mungkin mindset masyarakat sampai
saat ini adalah Indonesia itu negara berkembang, dan lebih memilih budaya
negara asing yang telah mendapat predikat negara maju. Dalam point ke tiga
sumpah pemuda disebutkan “kami putra putri Indonesia, menjunjung bahasa
persatuan bahasa Indonesia”. Bahasa adalah pemersatu bangsa, di Indonesia
terdapat banyak perbedaan ras, suku, budaya dan agama.
Banggalah kalian terlahir di
Indonesia, banggalah kalian berbangsa Indonesia, dan banggalah kalian berbahasa
Indonesia. janganlah ragu untuk menunjukkan identitas kalian sebagai rakyat Indonesia.
Indonesia adalah negara yang kaya. Indonesia memang kaya akan perbedaan, tetapi
tetap satu yaitu bangsa Indonesia.
Maka dari sekarang mari
menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Buktikan kepada dunia, bahasa Indonesia
juga bisa menjadi bahasa internasional suatu saat nanti. Jika masyarakat
Indonesia yakin, percaya diri dan cinta tanah air, tidaklah sulit untuk
menggapai cita tersebut. Sebaliknya, jika tidak percaya diri dan lebih
mengutamakan bahasa asing maka akan sulit menggapai cita tersebut. Seperti yang
diucapkan bapak Soekarno “ Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan suatu
bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”. Mari junjung
tinggi bahasa Indonesia.

Komentar
Posting Komentar